Bab 101. Sudah Waktunya Jujur, Bram!

1208 Words

Kantor polisi itu akhirnya kembali ke ritmenya yang dingin dan administratif setelah berjam-jam dipenuhi emosi, tangisan, dan amarah yang nyaris meledak. Lampu neon tetap menyala tanpa belas kasihan, memantulkan bayangan pucat di lantai keramik. Rian dan Rendra duduk berhadapan dengan penyidik. Kemeja Rian kusut di bagian lengan karena sejak siang ia nyaris tidak duduk tenang. Rendra masih menjaga sikap profesionalnya, meski garis kelelahan jelas tampak di wajahnya. “Jadi kesimpulan sementara,” ujar penyidik sambil mengetuk berkas, “ada dugaan kuat percobaan penculikan anak, pengancaman, serta kelalaian yang mengakibatkan luka berat pada korban dewasa dan bayi.” Rian mengangguk. “Semua kejadian saya saksikan langsung.” “Rekaman CCTV dari dalam mansion?” tanya penyidik. “Salah satu ang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD