Sirene memecah sore. Bukan satu, tapi dua—mobil polisi dan ambulans datang hampir bersamaan, berhenti tepat di depan rumah Bude Laksmi. Lampu rotator berputar cepat, biru dan merah menyapu pagar, tembok, dan wajah-wajah yang mulai bermunculan dari balik pintu rumah tetangga. Satu per satu, orang-orang keluar dari rumah. Ada yang masih mengenakan celemek dapur. Ada yang setengah berlari, setengah penasaran. Ada yang hanya berdiri di teras, menatap dengan mata membelalak. “Ada apa itu?” “Kok rame?” “Mobil polisi sama ambulans ke rumahnya Bu Laksmi?” Bisik-bisik cepat menyebar, bercampur dengan suara pintu dibuka dan langkah kaki yang tergesa. Paramedis turun lebih dulu. Dua orang mendorong brankar portable, satu dokter menyusul sambil membawa tas medis besar. Wajah mereka fokus, tidak

