Bab 123. Rencana Rere

1900 Words

Keesokan pagi, cahaya matahari menembus sela-sela gorden tipis di rumah Bude Laksmi. Udara masih dingin, tapi suasana di dalam rumah justru terasa panas—bukan karena cuaca, melainkan oleh pikiran-pikiran yang berputar tanpa henti. Rere terbangun dengan kepala berat. Bukan hanya sisa nyeri di tubuhnya akibat insiden beberapa hari lalu, tapi juga beban amarah dan dendam yang terus menggerogoti pikirannya. Matanya menatap langit-langit kamar lama yang sudah ia tinggalkan bertahun-tahun lalu sejak menikah dengan Bram. Dulu, kamar ini hanya tempat singgah. Kini, ia kembali ke sini sebagai perempuan yang kehilangan segalanya—status, rumah, kemewahan. Ia bangkit perlahan dari ranjang, meraih tongkat siku yang bersandar di dinding. Setiap langkah masih terasa ngilu, tapi gengsinya terlalu besar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD