Bab 149. Waktunya Tiba

1870 Words

Menjelang pukul empat sore, suasana mansion mulai bergerak pelan dari hening menuju kesibukan kecil. Di ruang tengah, Rian sudah tampak segar. Rambutnya rapi, kemeja kasual diganti dengan polo gelap yang nyaman, jam tangan terpasang. Ia duduk di sofa sambil mengecek ponsel, sesekali menatap jam dinding. Raut wajahnya fokus, tapi tidak tegang—jenis kesiapan orang yang tahu apa yang akan ia hadapi. Satu notifikasi masuk. Nomor tak dikenal, tapi ia sudah hafal pola panggilannya. Rian mengangkat. “Ya, Pak. Kami siap,” katanya singkat. “Sekitar sepuluh menit lagi berangkat.” Panggilan ditutup. Ia menarik napas panjang dan menyandarkan punggung sejenak. Polres sore ini bukan sekadar formalitas. Ada nama besar. Ada rangkaian bukti. Dan ada satu keluarga yang menunggu kepastian. Di lantai d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD