Bab 168. Jalan Sore

1837 Words

Sore itu, langit Parangtritis mulai berubah warna. Biru terang perlahan melembut, disapu semburat jingga dan keemasan yang turun pelan, seolah matahari tak ingin pergi terlalu cepat. Angin pantai berembus hangat, membawa aroma asin laut dan suara debur ombak yang konsisten—menenangkan, tapi juga menggoda siapa pun untuk turun dan menikmati pasir. Di vila keluarga, Alea masih terlelap bersama baby Alan. Setelah menyusu cukup lama dan terbuai suara ombak dari kejauhan, Alan tertidur nyenyak, satu tangan mungilnya mencengkeram ujung baju Alea. Alea sendiri ikut terlelap, wajahnya tenang—kelelahan yang manis setelah hari-hari panjang yang penuh emosi. Sementara itu, Ira berdiri di depan cermin kamar atas. Ia menepuk-nepuk wajahnya dengan sunblock, agak kebanyakan malah, sampai wajahnya tamp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD