“Mama …” Ayuna memanggil mama mertuanya dengan senyum yang lebar, wanita hamil itu membawa vas bunga dari ruang baca dengan keadaan bunga yang sudah layu. “Bunganya sudah layu, Ma. Ayuna ganti dengan yang baru, ya? Tadi pagi Ayuna melihat mawar di taman depan sedang mekar-mekarnya dan sangat cantik, Ayuna ganti full mawar, ya, Mama?” “Boleh, Sayang? Nanti sore saja, ya? Ayuna istirahat dulu saja sekarang. Atau mau nyemil lagi, Ay?” “Sekarang saja, Ma. Cuacanya bagus kok, tidak terlalu terik, justru teduh, sepertinya mau hujan. Nanti Ayuna tidurnya saat hujan turun saja biar lebih nyenyak. Ayuna masih kenyang, Mama.” Ayuna tersenyum sambil mengusap perutnya, Mama Rayya seolah tidak pernah bosan menawarkan makanan setiap saat. Rayya langsung terkekeh dan mengusap bahu sang menantu

