Ayuna tahu suatu hari nanti dia harus menghadapi konsekuensi dari kebohongannya. Tapi untuk sementara, Ayuna hanya bisa berharap rencananya tetap berjalan mulus… dan Elan tidak akan menyadari pengkhianatan kecil yang ia simpan rapat-rapat di balik sikapnya yang tenang. Dia melirik arloji di tangan kirinya yang sudah menunjukkan pukul delapan kurang sepuluh menit. Rasanya ini kali pertama semenjak mereka menikah, Ayuna pulang lebih lambat dari pria itu. Entah kenapa Ayuna merasa gugup, dia mengusap tengkuknya yang terasa meremang sambil mengulum bibirnya. Memikirkan apa yang akan Elan ucapkan atau layangkan sebagai bentuk protes karena Ayuna mengacaukan rencana meeting mereka. Kira-kira pria itu sedang apa, ya? Ayuna berharap pria itu ada di ruang kerjanya dan tidak akan melihat ke

