Tangan pria itu terulur untuk merapikan rambut wanitanya dengan bibir yang refleks menyungging senyum kecil tanpa seorang pun yang tahu. Kecupan di kening yang semakin sering dia lakukan. Kecupan di kening yang beberapa waktu kemarin terasa tabu dan bahkan membuatnya merasa aneh. Kini, justru kecupan itu terasa seperti sesuatu yang wajib dia lakukan setelah wanitanya berhasil membuatnya merasakan kenikmatan memabukkan. Bukan hanya itu saja, Elan kini mengecup kening Ayuna diam-diam sebab dia kembali merasakan betapa berkualitas dan nikmat tidurnya sambil mendekap wanita itu. Tangannya terulur untuk mengusap punggung telanjang Ayuna, pun bibirnya kembali memberikan kecupan di bibir ranum Ayuna, yang membuat wanita itu menggeliat seketika. Elan memperhatikan dengan seksama, merapi

