Elan bersandar di pintu dapur dengan tangan yang bersedekap melihat pemandangan di depannya. Ayuna dengan apron yang melekat di tubuhnya, rambutnya yang disanggul jadi satu ke atas dengan tangan yang cekatan dan wajah yang serius membuat sesuatu untuk mengenyangkan perut mereka tampak begitu mempesona di mata Elan. Seolah wanita itu telah sempurna menjalankan perannya sebagai seorang istri yang berbakti. Dan rasa-rasanya, Elan baru menyadari, rasa-rasanya dapur miliknya telah bertemu dengan pemilik sejatinya, dapurnya terasa lebih familiar dengan sosok Ayuna yang setiap hari pasti berkutat di sana. Sebab sebelumnya, Elan hanya menggunakan dapurnya sesekali, pria itu lebih sering membeli, atau biasanya ada chef pribadi panggilan yang akan memasak untuknya. Dia memasak jika memang

