Bab 148 | Bercak Darah

3763 Words

“Cantik.” Elan merengkuh pinggang Ayuna, sedang satu tangannya lagi membelai wajah rupawan sang istri. Setelah obrolan mereka di jam empat pagi tadi, Elan mengajak Ayuna untuk kembali beristirahat di kamar tamu agar Ayuna bisa benar-benar beristirahat sebelum pesta mereka hari ini. “Mas juga, sangat tampan paripurna sempurna tiada tandingannya.” Ayuna mengerling genit, dan itu membuat Elan langsung tertawa sambil mengecup bibir Ayuna. “Mas, ih! Lipstikku geser nanti.” Ayuna pura-pura merengut sambil meninju kecil bahu suaminya. “Kamu yakin mengganti dresscode saya, Ay? Celana saya tidak baby pink sekalian?” Elan kembali menanyakan perubahan yang dibuat oleh Ayuna di detik-detik terakhir sebelum acara di mulai, dan itu membuat Ayuna langsung tertawa sambil mengangguk. “Eum! Le

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD