“Om setiap hari tinggal di apartemen sendirian? Setiap hari?” “Soon, sama kamu.” “Om, aku serius!” Justin menyesap cokelat panas miliknya. Mata pria itu masih tertuju pada wanita yang kini duduk di sampingnya. Entah sejak kapan dia menjadi nempel seperti ini. Tapi tidak apa, Justin justru senang. Jadi ia tidak perlu agresif seperti kemarin-kemarin. “Ya, saya stay di sini udah lima tahun. Kadang saya pulang, kadang juga di rumah Gerald. Gimana mood saya aja sebetulnya.” “Oh, Om tinggal juga di rumah tante Emma?” Kepala Justin mengangguk. “Ngga sering, paling lama seminggu. Itu juga kalau lagi bosan sendirian di sini. Makanya kamu cepat jadi istri saya, supaya saya ngga sendirian di sini.” Zena yang sejak tadi menatap lurus ke depan kini menoleh. Ia memutar tubuh, menghadap Justin sep

