“Gerald, Justin, stop!” “Kamu fikir selama ini saya senang liat kamu mempermainkan Zena? Selama ini saya diam karna ingin dia tahu sendiri, bukan dari orang lain termasuk saya. Padahal saya bisa saja kasih tahu bahkan kasih bukti. Sekarang Zena ada di tangan saya, jangan harap kamu bisa sentuh dia lagi.” Satu pukulan kembali mendarat di pipi Justin. Geraldy benar-benar tidak terima dengan perkataan sang paman barusan. Melihat situasi semakin memanas, Alex akhirnya turun tangan. Pria itu menarik paksa tangan Geraldy, membawanya menjauh dari Justin. Melihat wajah keponakannya memareh menahan amarah Justin hanya terkekeh sambil menyentuh sudut bibirnya. Berdarah. Namun Justin tak memperdulikan itu. Justin berdiri, namun ditahan oleh Emma. Alhasil pria itu kembali duduk di sofa. Lagi, Justi

