Bab 19. Satu Tahun?

1294 Words

“Semalam kamu ke mana? Sama siapa? Pulang jam berapa?” Deretan pertanyaan William layangkan, membuat Zena gagal menggigit roti yang baru selesai dia kasih selai cokelat. Roti di tangan kembali Zena letakkan di atas piring. Sebelum menatap William, ia lebih dulu melayangkan tatapan kepada Liana. Apa iya wanita itu tidak memberitahu? Liana yang ditatap oleh sang anak hanya diam sambil melanjutkan makannya. “Ke mana, sama siapa, pulang jam berapa?” Zena terkesikap. Tubuhnya menegak sempurna, lalu ia menjawab, “umhh, semalam aku ada janji, Yah. Aku udah bilang Mama kok, memang Mama ngga kasih tau Ayah?” “Kasih tau. Ayah Cuma mau dengar langsung dari mulut kamu.” Pelan-pelan Zena menarik napas, lalu menghembuskannya perlahan. “Aku ada janji sama Ernes dan Vicky, Yah. Itu mendadak, mereka n

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD