Bab 46. Sangat Membekas

1230 Words

Sepanjang perjalanan, Zena hanya melamun sambil memeluk kedua lututnya. Tubuh wanita itu masih bergetar, isakannya turut terdengar. Sekilas Justin menoleh, menatap nanar wanitanya. Andai tadi ia tak telat datang ke studio, mungkin endingnya tak akan seperti ini. Kali ini keponakannya sudah sangat kelewatan, kelewatan yang benar-benar kelewatan. Justin tidak menyangka kalau Geraldy belum menyerah. Andai kata Justin telat sedikit saja, sudah bisa dipastikan Zena akan jatuh ke tangan Geraldy. Ya, Geraldy akan merenggut kesucian Zena yang selama ini ia jaga. Walaupun Justin mengaku sudah meniduri, tetapi ia saja masih tahu Batasan. Satu tangan Justin terulur, mengusap pucuk kepala Zena. Zena tersentak, ia mengeratkan pelukannya pada kedua lututnya. Hal itu membuat selimut yang menutupi bahun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD