Bab 14. Banyak Support Sistem

1263 Words

Pagi harinya Zena menjadi pusat perhatian semua anggota keluarganya. Saat sarapan, wanita itu absen. Baik Liana, bahkan William sangat memaklumi kondisi anaknya. Walaupun begitu, mereka tetap khawatir dengan psikis Zena yang tentu masih terguncang. Setelah sarapan, semuanya menuju kamar Zena. Awalnya Zena tidak membuka pintu, namun setelah mendengar suara Ayahnya dia luluh. Dan ya, kini William, Liana, Daniel, dan Riella berada di kamar Zena. Mereka memperhatikan Zena yang sedang terbaring sambil melamun dengan tatapan kosong. William meraih satu tangan Zena, menggenggamnya dengan erat. “Kamu belum sarapan, Zen. Sarapan dulu yuk?” “Aku ngga lapar, Ayah.” “Ayah tau kamu masih kecewa, masih sakit hati. Tapi kamu juga ngga boleh nyakitin diri sendiri. Maaf kalau Ayah sempat ngga percaya s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD