“Laura! Sayang, kamu kenapa?!” Gavin langsung menahan bahu istrinya yang lemas, panik bercampur cemas di wajahnya. “Kok kamu muntah-muntah, Sayang? Kamu nggak apa-apa, kan?” Laura terisak di sela napas yang tersengal. “Hiks… kepala Laura pusing banget, Maaas… perut Laura juga mual bangeeet… hiks…” suaranya bergetar, tubuhnya nyaris tak sanggup berdiri tegak. “Ya ampun, Pah! Muka Mamah pucat banget!” Sagara berseru dengan suara bergetar, hampir menangis sendiri karena panik. Gavin menatap wajah istrinya yang benar-benar pucat pasi. “Sayang… kamu tadi makan apa pas keluar bareng temen-temen kamu? Kamu salah makan, ya?” tanyanya cepat, suaranya meninggi karena khawatir. Laura menggeleng lemah, air mata menetes di pipinya. “Hiks… enggak, Mas… tadi Laura nggak makan apa-apa kok… Laura l

