“Maaas, Mas jangan nuduh Sagara kayak gitu dulu dooong,” sela Laura sambil mencubit pelan lengan suaminya. “Dengerin dulu apa yang mau dia bilang.” Gavin tersenyum kecil dan menatap anaknya penuh selidik. “Oke, oke. Jadi kamu mau minta apa, Sagara? Mobil baru? Atau motor?” Sagara langsung gelagapan, matanya membulat panik. “Bu—bukan itu, Pah! Sumpah, bukan!” Laura yang sejak tadi memperhatikan mereka mencondongkan tubuh, wajahnya tampak penasaran. “Loh? Kalau bukan itu, terus kamu mau minta apa, Sayang?” Sagara menarik napas panjang, lalu menunduk. Suaranya bergetar. “Se… sebenarnya, Pah… Sagara cuma mau minta uang seratus juta dari Papah. Boleh, nggak?” Gavin terdiam beberapa detik. Alisnya terangkat pelan. “Seratus juta?” nada suaranya datar, tapi jelas menyimpan rasa

