SEASON 4 // BAB 95

2000 Words

Pagi pun tiba. Jarum jam menunjuk pukul 07.00. Di rumah besar milik Ibu Mitha, ruang makan yang biasanya ramai justru terasa sunyi dan dingin. Ibu Mitha sudah rapi dengan setelan kerjanya. Rambutnya tersanggul sempurna, wajahnya kembali terlihat tegas—seolah semalam tak pernah ada air mata yang jatuh. Ia duduk sendiri di kursi panjang meja makan, menyentuh sarapannya tanpa benar-benar berselera. “Bi Minah… Non Rara belum bangun?” tanyanya pelan, berusaha terdengar biasa. Bi Minah yang sedang menata piring menoleh. “Nggak tahu, Bu. Dari semalam nggak ada suara apa-apa. Non Rara ngurung diri di kamar.” Ibu Mitha terdiam. Ia menghela napas panjang. Berat. “Panggil dia, Bi. Sudah pagi. Apa dia nggak mau ke sekolah?” “Baik, Bu…” Namun sebelum Bi Minah sempat melangkah— suara langkah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD