“Ternyata Kak Rio juga ikut jengukin, Alesha?” tanya Alesha sambil terus tersenyum—senyum sopan yang ia paksakan agar suasana tetap hangat. “Ya iya lah, Lesh. Masa kak Rio nggak ikut jengukin, Lu,” jawab Sinta sambil tersenyum menggoda, jelas menikmati reaksi yang mulai muncul. “Tau nih, Alesha. Kan kak Rio-nya udah kangen banget pengin ketemu sama kamu,” sambung Tari, tak kalah jahil, seolah sengaja menabur api. “A_apa? K_kangen?” Kenzo bergumam dalam hati. Dadanya langsung terasa panas, seperti disiram cairan mendidih. Ada sesuatu yang mencubit harga dirinya—tajam dan menyakitkan. “S_sebenarnya itu bocah ingusan siapa, sih? Berani-beraninya main kangen-kangen aja sama istri gue.” Rahang Kenzo mengeras. Otot di pelipisnya menegang, napasnya tertahan seolah amarah itu harus d

