“Ehem! Ehem!” Ibu Resti tiba-tiba pura-pura batuk, senyumnya mengembang penuh makna. “Kayaknya sebentar lagi ada yang mau kasih Mama cucu, nih!” ujarnya menggoda. “K_kasih Oma cucu? S_siapa, Oma?” tanya Kesya polos, matanya berbinar. “M_maksud Oma… Om Kenzo sama Tante cantik sebentar lagi punya dedek bayi?” Kesya tersenyum lebar, seolah baru menemukan hal paling membahagiakan di dunia. “Hore! Horeee!” “Sebentar lagi Om Kenzo sama Tante cantik punya dedek bayi!” “Horeee! Kesya nanti punya temen main di rumah!” Ia melompat kegirangan, suaranya memenuhi ruang makan. Selama ini rumah terasa terlalu sepi baginya—semua sibuk, semua pergi, tak ada yang benar-benar menemaninya. Andra dan Ayu, kedua orang tuanya pun seperti tidak ada waktu untuknya. “Apaan sih ini…?” Ayu bergu

