SEASON 4 // BAB 146

2080 Words

“Hiks… hiks… nggak… nggak bisa…” Rara menggeleng pelan, air matanya jatuh tanpa henti. Suaranya lemah… tapi keras kepala. “Aku nggak bisa jujur ke Mas Alif…” Ia menarik napas, dadanya naik turun menahan sesak. “Aku nggak bisa bilang tentang penyakitku… tentang keadaanku sekarang…” Tangannya refleks memegang perutnya yang mulai membesar. “Apalagi… dengan kandunganku yang sudah sejauh ini…” “Sudah nggak mungkin lagi untuk digugurkan…” Suasana semakin sunyi. “Aku nggak bisa…” suaranya semakin lirih, nyaris hilang. “Aku nggak mau… kalau nanti… aku jadi beban buat Mas Alif…” Air matanya jatuh semakin deras. “Aku nggak mau… Mas Alif capek… Mas Alif menderita… Cuma karena aku…” Ia menutup wajahnya, bahunya bergetar hebat. “Aku benar-benar nggak bisa… Bu Ustadzah…” Se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD