SEASON 3 // Bab 21

2061 Words

DI RUMAH GAVIN Pukul 10:00 malam. Di kamar itu, suasana begitu sunyi. Lampu tidur memancarkan cahaya temaram, memantulkan bayangan lembut di dinding. Laura duduk di tepi ranjang, tubuhnya kaku, wajahnya pucat seperti kehilangan warna. Tatapannya kosong, menembus ruang tanpa arah. Dari arah kamar mandi, Gavin baru saja keluar. Rambutnya masih basah, handuk tergantung di bahu, dan wajahnya tampak tenang setelah mandi. Namun ketenangan itu seketika memudar begitu mendengar suara lirih yang keluar dari bibir Laura. “Mas…” Suara itu pelan, nyaris tak terdengar, tapi mengandung sesuatu yang rapuh. Gavin langsung menoleh. Seketika ia melihat raut wajah istrinya — pucat, lesu, dan mata yang basah menahan tangis. Ia buru-buru menghampiri, jantungnya berdebar cemas. “Iya, Sayang… a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD