SEASON 3 // Bab 20

1724 Words

DI RUMAH SAKIT Waktu sudah menunjukkan pukul 05:00 sore. Di ruang tunggu, suasana terasa hangat dan penuh tawa. Sagara tampak serius—namun tetap dengan senyum lebar—mengajari ayahnya, Gavin, bermain game di ponsel. Siapa sangka, hari ini menjadi momen bersejarah. Seumur hidupnya, baru kali ini Gavin bisa seakrab ini dengan putra semata wayangnya. “Ya ampun, Paah! Bukan ke situ arahnya, ke kanan, ke kanan!” seru Sagara sambil ngakak, setengah gemas setengah geli melihat tingkah ayahnya yang kikuk. Gavin hanya bisa panik, jemarinya bergerak tak karuan di layar ponsel. “Ya ampun, ini gimana sih? Lah, kok bisa jatuh gitu? Aduh, kalah deh Papaaah!” katanya sambil tertawa keras—tawa yang terdengar begitu lepas dan jarang sekali keluar dari bibirnya selama ini. Sagara menepuk dahinya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD