Sementara Bara sibuk membalikkan keadaan di hotel itu… Di Jakarta, di rumah Pak Yudha, suasana tak kalah menegangkan. Darrel menuruni tangga dengan langkah tenang setelah selesai membersihkan diri. Rambutnya masih sedikit basah, kemeja putihnya rapi, wajahnya kembali memasang ekspresi datar yang selama ini menjadi perisai. Ruang makan masih sepi. Beberapa lauk sudah tersaji, namun nasi belum dihidangkan. Aroma masakan memenuhi udara, hangat—berbanding terbalik dengan perasaannya. Darrel duduk di kursi, membuka ponselnya, memeriksa pekerjaan seperti biasa. Seolah apa yang akan terjadi malam ini hanyalah agenda biasa. Hingga suara langkah kaki terdengar mendekat. Ia mengangkat kepala. Dan seketika pandangannya terhenti. Seorang gadis berdiri di sana, sibuk menata piring dan s

