“Darrel sudah selesai, Pa, Ma. Darrel berangkat dulu,” pamit Darrell setelah menghabiskan sarapannya. “Iya, hati-hati di jalan,” jawab Ibu Sekar lembut. Darrell segera berdiri dari kursinya. Saat ia berjalan menuju pintu, Nita ikut bangkit dan mengikutinya dari belakang. Gadis itu hari ini tidak masuk sekolah. Masih cuti paska menikah. Langkah Darrell tiba-tiba terhenti. “Kamu kenapa ngikuti Mas?” tanyanya tanpa menoleh. “Nita mau mengantar Mas sampai depan,” jawab Nita pelan. “Wajar, kan, kalau seorang istri melakukan itu?” Darrell menghela napas pendek. “Nggak perlu. Kamu lanjutkan saja sarapanmu.” “Nita udah selesai,” jawab Nita sederhana. Ia tahu suaminya merasa tidak nyaman dengan kehadirannya. Namun justru itulah yang ingin ia lakukan. Ia tidak peduli Darrell menyukainya

