SEASON 4 // BAB 55

910 Words

Pukul 06.00 pagi, suara alarm membangunkan Bara dari tidurnya. Ia mengerjap, lalu pandangannya tertahan pada sosok Tania yang masih terlelap di sampingnya. Salah satu tangan gadis itu menimpa di atas perut Bara, napasnya belum sepenuhnya teratur—tanda tubuhnya masih belum pulih. Dengan hati-hati, Bara menggeser tangan Tania ke atas kasur agar tertutup selimut. Gerakannya pelan, seolah takut satu sentuhan saja bisa melukai lagi. Tanpa berkata apa pun, ia bangkit dan bergegas menuju kamar mandi. Usai berkemas, Bara keluar kamar tanpa menimbulkan suara. Ia tak ingin mengusik tidur Tania. Langkahnya kemudian menuju meja makan, tempat kedua orang tuanya, Pak Arga dan Ibu Savira sudah duduk menikmati sarapan pagi. “Di mana Tania?” tanya Ibu Savira sambil menoleh. “Apa dia nggak sekolah har

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD