"Ya karena Abang mau nikah sama Anita!" bentak Diki lebih lantang dari Renata, tanpa sedikit pun rasa bersalah di wajahnya. Renata terperanjat, tapi amarahnya langsung memuncak. "Tapi sekarang Renata hamil, Bang!" suaranya pecah. "Renata hamil anak Abang! Abang ngerti nggak, sih, maksud Renata?!" Ia membalas bentakan itu dengan nada tak kalah keras. Diki terdiam. Tak ada satu katapun yang terucap, sorot matanya kosong, seperti kehilangan arah. "Aaarghh! Sial, sial, sial!" teriaknya, meremas rambut sendiri penuh frustrasi. Ia menarik napas panjang, lalu menunduk. Hening sejenak. "Atau gini aja, Ren..." katanya akhirnya, dengan suara yang lebih pelan. "Abang janji akan tanggung jawab soal kehamilan kamu. Semua biaya—persalinan, kebutuhan anak, sekolah, kuliah… bahkan sampai a

