4 Jam Kemudian... Sagara masih terus memaksa Alana, berpacu di atas tubuh mungil gadis itu dengan kasar, sambil menjilati, meremas-remas, menyesap, bahkan menggigit-gigit kecil gunung kembar Alana, meskipun keadaan gadis itu kini sudah sangat lemas dan tak berdaya. "Ahhh... Maaas... hiks... jangan, Maaas... hiks... sakiiiiit..." Rintih Alana pelan sambil menangis kesakitan sekaligus mendesah kenikmatan di pelukan sang suami. Malam ini permainan Sagara benar-benar sangat kasar dan memakan waktu yang sangat lama. Apalagi dengan keadaan Sagara yang kini sedang mabuk berat, ditambah lagi efek dari obat perangsang yang Laras masukkan ke dalam minumannya tadi. Pria itu pun jadi semakin kasar dan kuat saat bercinta dengan Alana yang memanglah masih perawan, yang rasanya itu pasti sangatlah

