Tania yang sebenarnya sangat menginginkan sentuhan suaminya tidak bisa lagi menolak, dan tak lama kemudian gadis itu pun membalasnya. Selama beberapa menit mereka saling beradu bibir, sementara tangan Bara berusaha melepaskan baju tidur yang dikenakan Tania. Tania yang masih sadar segera memegang tangan Bara. “Mas, jangaaan! Ini di dapur! Nanti dilihat orang...” Suara Tania terbata-bata dan napasnya sudah terengah-engah. Namun Bara tidak menjawab sama sekali. Dengan tatapan yang penuh hasrat, dia langsung mengangkat tubuh mungil gadis itu dan menyandarkannya ke dinding, kemudian kembali mencium bibirnya tanpa ampun... Karena takut jatuh, Tania akhirnya melingkarkan kedua kakinya di pinggang Bara dan merangkul lehernya dengan kedua tangan, sambil membalas aksi suaminya yang semaki

