Di saat Tania, sahabatnya, sedang menuntaskan hasrat yang tertunda dengan Bara, suaminya—Rara, Nita, dan Kelly, justru baru saja keluar dari mall. Mereka bertiga habis menonton bioskop. “Tadi filmnya seru sih…” Rara membuka suara, lalu menghela napas pelan. “Tapi sayang, nggak ada Tania.” Nada suaranya merosot. Ada kekosongan yang tak bisa ditutupi. “Iya,” sahut Nita cepat. “Rasanya kayak ada yang kurang.” Rara mendengus. “Kenapa sih akhir-akhir ini Tania jadi nggak asyik banget? Diajak bolos sekolah nggak mau, kabur juga nggak, apalagi nonton malam-malam." Ia menggeleng bingung. “Di sekolah emosinya juga naik turun. Kadang ketawa, kadang bengong, tiba-tiba nangis. Gue jadi kepikiran… sebenernya dia kenapa, sih?” “Nggak mungkin dong masalah ekonomi,” potong Nita cepat. “Orang dia an

