“S-Sorry, Dit! Aku nggak sempat izin dulu sama kamu kalau aku ke sini jenguk Laura,” ujar Alex dengan nada gugup, berusaha menjelaskan. Radit berdiri tegap, pandangannya santai namun tajam. Ia hanya mengangkat alis, menunggu Alex melanjutkan. “Soalnya tadi…” Alex mencoba melanjutkan penjelasannya, tapi Radit mengangkat tangan, memotong dengan nada ringan. “It’s okay, santai aja!” ucap Radit sambil tersenyum tipis, lalu menepuk punggung Alex dengan sikap tenang yang malah membuat suasana terasa semakin canggung. “I-Iya, Mas Radit. Maaf banget ya, Mas! Angel belum sempat kasih tahu kondisi Laura sekarang…” Angel ikut menimpali dengan nada penuh penyesalan. Wajahnya menunjukkan campuran rasa bersalah dan gugup. Radit mengalihkan pandangannya ke Angel, ekspresinya berubah sedikit lem

