Beberapa jam kemudian dalam perjalanan... “Aaaaaaahhh! Stop, Bang Raka! Stoooooop!” teriak Melly dari tadi tak henti-henti. Jantungnya sudah mau copot, sementara Raka terus saja iseng membawanya ngebut ugal-ugalan di sepanjang jalan bak pembalap liar. “Hahaha!” bukannya merasa bersalah, Raka justru ngakak puas, matanya sesekali melirik Melly yang panik ketakutan. “Hoeeek! Hoooeeeek!” begitu mobil berhenti mendadak, Melly langsung turun dan muntah di pinggir jalan. “B—Bang Raka!!!” Melly menoleh dengan wajah kusut, matanya melotot tajam. “Abang tuh sengaja, ya?! Mau bikin gue mati sengsara?!” semprot Melly sambil mengibas-ngibaskan tangannya, masih merasa pusing. “Udah ah, lebay banget,” Raka nyengir santai. Bukannya minta maaf, ia malah mendekat dan iseng mengacak-acak rambut M

