SEASON 4 // BAB 138

1470 Words

Malam pun tiba… Di Jakarta… Di kamar Alif. Alif tersenyum hangat, matanya penuh cinta. Tangannya tak henti mengusap lembut perut Rara yang masih datar, seolah di sanalah seluruh dunianya kini berpusat. “Eemmm… anak kesayangan Papaaah…” gumamnya lirih, lalu mengecup perut itu dengan penuh kasih. Rara yang berada dalam pelukannya justru terdiam. Tubuhnya ada di sana… tapi pikirannya jauh mengembara. Jauh… ke sesuatu yang tak berani ia ungkapkan. "Ya Allah… apa yang harus aku lakukan…?" "Bagaimana nasibku… dan anak ini nanti…?" Dadanya terasa sesak. Namun ia hanya diam, memendam semuanya sendirian. “Sayaang…” suara Alif memecah lamunannya. Rara tersentak kecil. “Hmm?” jawabnya pelan. “Kamu kenapa?” tanya Alif lembut, menatap wajahnya penuh perhatian. “Dari tadi Mas l

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD