SEASON 3 // BAB 84

2355 Words

TUJUH TAHUN KEMUDIAN Jakarta malam itu dibalut hujan deras. Jalanan macet, klakson bersahut-sahutan, dan aroma tanah basah meruap di udara. Di balik kaca mobil hitamnya, Diki hanya menatap butiran air yang berkejaran, seolah menghindari kenyataan yang menunggunya di rumah. Wajahnya kini jauh berbeda dari tujuh tahun lalu—lebih tegas, berwibawa, dan matang. Tatapan matanya penuh keyakinan seorang pemimpin, namun di balik itu tersimpan gurat lelah yang tak pernah hilang, seperti memikul beban yang hanya ia sendiri yang tahu. Diki bukan lagi pria miskin yang pernah tinggal bersama Renata di rumah reotnya tujuh tahun lalu. Berkat kecerdasan dan kegigihannya, ia berhasil membangun perusahaan dari nol hingga menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia—tentunya keberhasilan itu tak lupu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD