SEASON 4 // BAB 50

1439 Words

Para tamu berdatangan satu per satu, memenuhi ruangan yang telah dihias rapi. Senyum, ucapan selamat, dan doa-doa menggema—semuanya terdengar asing di telinga Tania. Ia duduk diam, mengenakan kebaya putih modern yang membingkai tubuhnya dengan sempurna. Riasan pengantin di wajahnya nyaris tanpa cela. Cantik. Anggun. Sempurna di mata orang lain. Namun di dalam dadanya, kekacauan sedang pecah. “Tania, kamu nggak usah gugup, sayang,” ucap Alesha lembut sambil membenarkan kerah kebaya putrinya. “Putri Mama hari ini cantik kayak bidadari.” Tania menoleh, bibirnya sedikit mengerucut. “Berarti selama ini Tania nggak cantik ya, Mah?” Alesha terkekeh kecil, lalu menggenggam tangan putrinya erat. “Nggak dong, sayaaang. Anak gadis Mama ini selalu cantik. Kapan pun.” Hangat. Tapi tak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD