Kembali lagi pada Nita… Setelah selesai membantu Ibu Sekar merawat tanaman di taman, Nita memilih masuk ke dalam rumah. Tangannya masih sedikit kotor oleh tanah, tetapi wajahnya tampak tenang. Entah kenapa, tiba-tiba saja ia ingin membuat kue. Sejujurnya, Nita memang jauh lebih nyaman berada di dapur daripada harus berlama-lama di taman dengan kegiatan menanam seperti yang disukai Ibu Sekar. Saat Nita mulai mengeluarkan bahan-bahan dari lemari dapur, Ibu Sekar yang mengikutinya dari belakang langsung mengerutkan kening. “Apa kamu tidak capek, Nita?” tanyanya lembut. “Tadi kamu sudah membantu Mama di taman cukup lama. Apa nggak sebaiknya kita istirahat dulu?” Nita menoleh sambil tersenyum. "Nggak, Ma. Nita justru senang melakukannya.” Tangannya mulai menimbang tepung dan g

