“Ooooh… jadi ini istri kamu, Lif?” Ibu Nani tiba-tiba berdiri. Senyum lebar langsung ia pasang di wajahnya, seolah sangat senang melihat Rara. Ia berjalan mendekat dengan langkah yang terlihat ramah… meski tatapan matanya menyimpan sesuatu yang lain. “Ya ampun… Nak Rara ini cantik sekali!” “Iya, Kak Rara cantik banget,” sambung Tasya dengan senyum yang sama manisnya. “Tasya,” ucapnya sambil mengulurkan tangan. Rara sempat ragu sejenak, tapi tetap menyambutnya. “Rara…” jawabnya pelan sambil menjabat tangan Tasya. Di samping mereka, Alif tersenyum lega. “Syukurlah,” batinnya. “Kalau Mamah dan Tasya bisa cocok dengan Rara.” Namun ketenangan itu hanya bertahan sebentar. Tatapan Ibu Nani tiba-tiba jatuh pada perhiasan yang dikenakan Rara. Kalung berlian yang melingkar di

