Ketukan Halus Fahira di Kamar

1705 Words

Windy menghembuskan nafas menatap pembantu rumah tangga yang tengah berusaha mati-matian melindungi puteranya. “Pertama-tama, bangun dulu, Mbok.” Suara tegas Windy membuat sang asisten rumah tangga itu akhirnya berdiri dan menundukkan kepalanya. “Untuk bagaimana Ziont nanti, itu keputusan nanti setelah saya berbicara dengan mereka. Mbok gak usah kawatir. Ziont itu sudah besar, sudah gak butuh perlindungan kita sebagai orang tua. Kita hanya perlu mengingatkan dan meluruskan jika jalan yang dia ambil salah…” “Maaf, Nyonya. Saya yang melarang semua pekerja di sini untuk melapor pada Nyonya dan Tuan. Saya takut Tuan akan murka jika mengetahui Den Ziont sudah memiliki anak…” jawab sang pembantu itu lirih. “Ya, tetap saja salah, Mbok….” Windy mengatur ulang posisi duduknya menghadap kearah s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD