Wanita yang duduk dengan anggun, sembari memegang bacaan itu justru membuat ketakutan tersendiri dalam diri Zoya. Aura yang di miliki wanita itu sangat kuat, berbeda jauh dengan mantan mertuanya kala itu. Wanita itu menoleh ketika mendengar langkah kaki yang mendekat, karena pembawaannya yang tenang, semakin membuat Zoya gemetar ketakutan. “Hai, Ma…” sapa Ziont menatap kearah sang ibu dengan senyum. “Demian, ayo sapa Oma…” ucap Ziont santai sembari menurunkan pria kecil dalam gendongannya. “Wanita cantik itu ibunya papa, artinya itu neneknya Demian. Dan Demian boleh panggil Oma. Ayoo tunjukkan anak papa adalah anak yang hebat dan pemberani.” Ziont tos dengan high five dengan sang putera. “Anak papa pasti bisa…’ Ziont mengepalkan tangannya dan mengayunkannya menyemangati sang putera aga

