Bab 237

2430 Words

Hari itu berjalan lambat bagi Valentina. Begitu ia turun dari mobil di depan gerbang sekolah, langkah kakinya terasa berat. Biasanya ia akan berlari kecil menyapa teman-temannya, tertawa, dan bercerita tentang hal-hal sederhana yang memenuhi dunia anak-anak. Namun pagi itu, Valentina hanya berjalan pelan, menunduk, tangannya menggenggam tali tasnya erat seolah itu satu-satunya pegangan yang ia punya. Kiara memperhatikan dari balik mobil sampai putrinya benar-benar masuk ke halaman sekolah. Dadanya terasa sesak. Ia tahu penolakan tadi pagi akan membekas di hati Valentina, meski alasannya sepenuhnya masuk akal. Ia menarik napas panjang sebelum akhirnya mobil kembali melaju meninggalkan sekolah. Valentina duduk di bangkunya di dalam kelas, menatap meja kayu di depannya. Suara guru terdenga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD