Bab 99

2518 Words

Suasana kamar rawat itu tenang, hanya terdengar suara mesin infus yang berdetak perlahan, menyatu dengan hembusan napas lembut Kiara yang mulai teratur. Tirai putih bergoyang tipis karena hembusan AC, sinar lampu yang redup membuat ruangan terasa hangat sekaligus damai. Albert duduk di sisi ranjang, tangannya tak lepas dari menggenggam jemari Kiara. Matanya sayu karena semalaman tidak tidur, wajahnya masih menyimpan lelah dan bekas luka di rahang akibat tinju Alden tadi malam. Namun tatapannya penuh kelembutan, tidak berpaling sedetik pun dari wajah istrinya yang begitu rapuh di atas ranjang. Perlahan, bulu mata Kiara bergetar, lalu kedua matanya terbuka dengan susah payah. Pandangannya masih buram sesaat, hingga akhirnya bayangan Albert yang duduk setia di samping ranjang masuk jelas ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD