Bab 194

2249 Words

Albert berdiri di tengah ruang kerjanya, sorot matanya dingin setajam bilah pisau yang baru diasah. Ketika kabar pelarian Victoria resmi dipastikan oleh pihak kepolisian, seluruh ketenangan yang selama ini ia bangun runtuh dalam sekejap. Ia tidak bisa menerima kenyataan bahwa wanita itu kembali bebas berkeliaran di luar sana—masih bernapas, masih memelihara dendam, masih memiliki kesempatan untuk kembali mengincar Kiara. Tidak. Itu tidak boleh terjadi. Dengan langkah panjang dan tegas, Albert meninggalkan ruang kerjanya dan menuju ruang utama mansion tempat para orang kepercayaan biasanya berkumpul. Begitu ia membuka pintu, semua kepala menoleh menghormatinya. Para lelaki berpakaian hitam dengan postur tegap langsung berdiri, menunggu perintah. Mereka tahu jika pemimpin mereka menunjukka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD