Sore itu mansion terasa tenang. Cahaya matahari masuk dari jendela besar ruang tengah, memantul di lantai marmer yang mengilap. Kiara sedang duduk di sofa sambil menyortir beberapa buku gambar milik Valentina yang berserakan di meja kecil. Gadis kecil itu baru saja selesai mandi, rambutnya masih sedikit lembap, mengenakan piyama favoritnya. Valentina berjalan pelan mendekati Mommy-nya. “Mommy,” panggilnya lembut. Kiara menoleh sambil tersenyum. “Iya, sayang?” Valentina berhenti tepat di depan Kiara. Matanya terlihat serius, terlalu serius untuk anak berusia tujuh tahun. Ia menarik napas kecil seolah sedang menyiapkan keberanian. “Valen mau bilang sesuatu.” Kiara langsung meletakkan buku di tangannya. “Ada apa?” Valentina mendongak. “Valen mau pelihara singa.” Detik berikutnya, K

