Bab 223

857 Words

Valentina duduk bersila di atas karpet lembut kamar tidurnya. tirai jendela setengah tertutup, membiarkan cahaya sore masuk dengan lembut. di tangannya ada tablet kecil milik Daddy yang sejak tadi ia tonton dengan volume sangat pelan. di layar, seorang instruktur memperagakan gerakan dasar bela diri. tidak cepat, tidak agresif. gerakan tangan yang terukur, langkah kaki yang seimbang, dan posisi tubuh yang stabil. mata Valentina berbinar. “keren…” gumamnya pelan. ia menoleh ke pintu, memastikan kamarnya benar-benar tertutup. lalu menurunkan tablet dan berdiri di depan cermin panjang. Valentina meniru posisi kaki seperti di video. sedikit goyah, lalu memperbaiki sikapnya. tangannya terangkat perlahan, mengikuti arah gerakan yang baru saja ia lihat. “kayak gini…” bisiknya. gerakannya m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD