Bab 226

1066 Words

hari itu hujan turun tipis di New York. bukan hujan deras, hanya rintik yang membuat kaca jendela mansion sedikit buram. Kiara berdiri di depan jendela kamar Valentina, memandang halaman belakang yang basah. suara hujan biasanya membuatnya tenang, tapi pagi itu dadanya terasa berat tanpa alasan yang jelas. Valentina duduk di meja kecil di sudut kamar. buku gambarnya kembali terbuka. tangannya bergerak cepat, terlalu cepat untuk anak lima tahun yang biasanya ceria dan suka bernyanyi sambil menggambar. Kiara menoleh. ia memperhatikan lebih saksama. gambar itu bukan bunga. bukan rumah. bukan kue. Kiara berjalan mendekat perlahan. di halaman itu tergambar benda-benda yang membuat jantungnya mencelos. bentuknya sederhana, digambar dengan garis tegas. sebuah pistol kecil. di halaman beriku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD