pagi itu mansion masih tenang. cahaya matahari New York masuk melalui jendela-jendela besar ruang keluarga, jatuh tepat ke lantai kayu yang bersih dan hangat. suara kota terdengar jauh, teredam oleh dinding tebal rumah itu. Valentina duduk di lantai, bersila di atas karpet lembut. buku gambarnya terbuka lebar. di sekelilingnya berserakan pensil warna, krayon, dan cat air kecil yang khusus dibelikan untuknya. lidah kecilnya sedikit menjulur, tanda ia sedang fokus. Kiara berdiri beberapa langkah dari sana, membawa cangkir teh hangat. ia tersenyum melihat putrinya yang begitu tenggelam dalam dunianya sendiri. Valentina tidak menyadari kehadiran Mommy-nya. tangannya terus bergerak. kadang berhenti. kadang menghapus sedikit dengan penghapus kecil. lalu menggambar lagi. Kiara melangkah mende

