Cassandra berdiri di depan cermin kamarnya malam itu, rambut panjangnya dibiarkan tergerai, gaun satin tipis melekat pada tubuhnya. Ia menatap bayangan dirinya sendiri, wajah cantiknya tersapu cahaya lampu kuning redup, namun tatapannya sarat dengan kecemasan. Di belakangnya, Alden masih duduk di tepi ranjang, ponselnya tergenggam, matanya kosong memandang layar yang sudah lama padam. "Alden," suara Cassandra lembut tapi sarat dengan nada kesal, "kapan kita berangkat bulan madu? Kau berjanji padaku. Maldives… ingat? Aku ingin segera pergi, hanya kau dan aku, tanpa ada orang lain yang mengganggu." Alden tak segera menjawab. Tangannya meremas ponsel, napasnya berat. Sejak tadi pikirannya hanya dipenuhi sosok Kiara. Bayangan saat ia hampir melihat Kiara di pusat perbelanjaan terus menghantu

