Kiara melangkah pelan di pusat perbelanjaan dengan perut yang semakin membesar. Tangannya sesekali menyentuh perutnya, seakan menenangkan bayi yang terus bergerak aktif di dalam rahimnya. Di sampingnya, dua pengawal mengikuti dengan jarak tertentu, menjaga dari keramaian orang-orang yang sibuk dengan belanjaannya. Kiara tersenyum kecil saat matanya tertuju pada deretan etalase bayi. Sepasang sepatu mungil berwarna putih dengan pita biru membuatnya terpikat. “Lucu sekali,” gumam Kiara sambil mengambil sepatu itu dari rak. Pengawal menatapnya sebentar lalu mengangguk, salah satu dari mereka mendekat. “Nyonya, mau langsung dibayar atau masih melihat-lihat lagi?” Kiara tersenyum. “Aku mau lihat beberapa lagi, biar bayiku punya pilihan.” Sementara itu, di lantai lain pusat perbelanjaan, Al

