Malam itu udara New York terasa dingin, tetapi panas di hati Albert. Ia berdiri di tepi ambulans, matanya menatap Kiara yang terbaring lemah di atas tandu, tubuhnya penuh luka akibat tembakan Victoria. Sementara itu, Valentina, yang baru berusia satu tahun, menangis keras di pelukan Albert. Tangan mungilnya menepuk d**a ayahnya, matanya nanar dan berkaca-kaca. “Valentina… Daddy di sini. Daddy jaga Mommy. Daddy tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu,” ucap Albert sambil menggenggam lembut tangan bayi itu. Valentina meronta sebentar, memukul-mukul d**a ayahnya, lalu menatap wajah Albert dengan mata yang masih penuh air mata. Para paramedis mendekat, memindahkan Kiara ke dalam ambulans dengan hati-hati. Albert menekankan tangannya pada bahu mereka, memastikan setiap gerakan aman untuk

