Suara debuman pintu yang ditinggalkan Axel masih menyisakan getaran di udara apartemen Hayes, sebuah gema dari hubungan ayah dan anak yang baru saja hancur berkeping-keping. Luna masih terduduk di lantai, jemarinya mencengkeram karpet tebal seolah sedang mencari pegangan di tengah dunia yang terus berguncang. Di tengah keheningan yang menyesakkan itu, sesosok wanita muncul dari balik bayang-bayang lorong apartemen. Bella, yang sejak tadi terpaksa menyaksikan konfrontasi berdarah antara dua generasi Ludwig dari kejauhan, melangkah mendekat dengan bahu yang merosot, menanggalkan segala sisa keanggunan yang selama ini ia pertahankan sebagai tameng. Wajahnya yang diterangi cahaya lampu temaram tampak jauh lebih tua dari usia sebenarnya, gurat-gurat penyesalan terukir dalam di sudut matanya ya

